Kiprah Perempuan Dalam Membangun Perdamaian Dan Harmonisasi
Main Article Content
Abstract
Kehidupan damai dan harmonis menjadi dambaan masyarakat dewasa ini, terlebih lagi dalam masyarakat majemuk yang kini tengah mendapat ancaman intoleransi. Dalam agama Buddha, kebahagiaan terjadi saat perdamaian dan harmonisasi tercapai, hasil dari pengembangan potensi kerohanian dan pemberdayaan diri termasuk kaum perempuan. Kaum perempuan yang berbudi pekerti luhur, kreatif, profesional, sejahtera dan bahagia dapat menjadi agen perdamaian serta mewujudkan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, saling menghargai termasuk dalam relasi umat beragama seperti umat Buddha dan Muslim.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ashin Pannabala Ven, (2004). The Concept of Santi (Peace). Bangkok: MCU Press.
Buddhadasa Bhikkhu. (2005). Handbook fo Mankind, Bangkok: Office of National Buddhism Press.
Dr. Kudeb Saikrachang, (2009). Buddhist Approach to Politicial Conflicts and Peace Development, UNDV Conference Volume, The International Buddhist Conference on the United Nations Day of Vesak Celebrations 4-6 May 2552/2009, Thailand.
P.A. Payutto. (2001). Buddhist Solution for the Twenty-First Century. Bangkok: Sahadhammika Co;Ltd.
Bhikkhu Jotidhammo (editor), (1997). DHAMMAPADA ATTHAKATHA - Kisah-kisah Dhammapada, Yogyakarta: Vidyasena Vihara Vidyaloka.
Ashin Kusaladhamma, (2015). Kronologi Hidup Buddha, Jakarta: Ehipassiko Foundation.